Featured Post Today
Latest Post

Surat Al - Imran , Ayat 61 - 70

Keluarga Imran



وَنِسَآءَنَا وَنِسَآءَكُمۡ وَاَنۡفُسَنَا وَاَنۡفُسَكُمۡ ثُمَّ نَبۡتَهِلۡ فَنَجۡعَل لَّعۡنَتَ اللّٰهِ عَلَى الۡكٰذِبِيۡنَ‏ ﴿۶۱﴾  

فَمَنْ
maka siapa
حَآجَّكَ
membantah kamu
فِيهِ
tentang (kebenaran) itu
مِنۢ
dari
بَعْدِ
sesudah
مَا
apa
جَآءَكَ
datang kepadamu
مِنَ
dari
ٱلْعِلْمِ
ilmu/pengetahuan
فَقُلْ
maka katakanlah
تَعَالَوْا۟
marilah
نَدْعُ
kita memanggil
أَبْنَآءَنَا
anak-anak kami
وَأَبْنَآءَكُمْ
dan anak-anak mu
وَنِسَآءَنَا
dan isteri-isteri kami
وَنِسَآءَكُمْ
dan isteri-isteri kamu
وَأَنفُسَنَا
dan diri-diri kami
وَأَنفُسَكُمْ
dan diri-diri kamu
ثُمَّ
kemudian
نَبْتَهِلْ
kami mohon dengan sungguh-sungguh
فَنَجْعَل
maka kami jadikan
لَّعْنَتَ
kutukan
ٱللَّهِ
Allah
عَلَى
atas
ٱلْكَٰذِبِينَ
orang-orang yang berdusta


faman haajjaka fiihi min ba'di maa jaa-aka mina al'ilmi faqul ta'aalaw nad'u abnaa-anaa wa-abnaa-akum wanisaa-anaa wanisaa-akum wa-anfusanaa wa-anfusakum tsumma nabtahil fanaj'al la'nata allaahi 'alaa alkaadzibiina
61. Siapa yang membantahmu tentang kisah 'Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): "Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la'nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta [197].

[197] Mubahalah ialah masing-masing pihak diantara orang-orang yang berbeda pendapat mendo'a kepada Allah dengan bersungguh-sungguh, agar Allah menjatuhkan la'nat kepada pihak yang berdusta. Nabi mengajak utusan Nasrani Najran bermubahalah tetapi mereka tidak berani dan ini menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad SAW
 
SEBAB TURUNNYA AYAT: Baihaqi mengetengahkan dalam Dalail dari jalur Salamah bin Abdu Yasyu' dari bapaknya seterusnya dari kakeknya bahwa Rasulullah saw. menulis surat kepada warga Najran, yakni sebelum diturunkan kepadanya surat Thasin, "Atas nama Tuhan dari Ibrahim, Ishak dan Yakub, dari Muhammad yang nabi..." Di dalamnya disebutkan, "Maka orang-orang Najran itu mengutus Syurahbil bin Wadaah Al-Hamdani, Abdullah bin Syurahbil Al-Ashbahi dan Jabbar Al-Hartsi kepada Nabi saw. Perutusan ini berangkat mendatangi Nabi saw. sehingga mereka pun saling bertanya jawab. Demikianlah tanya jawab ini terus berlangsung sampai mereka menanyakan, 'Bagaimana pendapat Anda tentang Isa?' Jawab Nabi saw., 'Sampai hari ini tak ada suatu pun pendapat saya mengenai dirinya. Tinggallah tuan-tuan di sini dulu sampai saya dapat menerangkannya!' Ternyata esok paginya Allah telah menurunkan ayat ini, 'Sesungguhnya perumpamaan Isa di sisi Allah...,' sampai dengan firman-Nya, '...seraya kita memohon agar laknat Allah itu ditimpakan-Nya kepada orang-orang yang dusta.'" (Q.S. Ali Imran 59-61) Ibnu Saad mengetengahkan dalam kitab Thabaqat dari Azraq bin Qais, katanya, "Telah datang kepada Nabi saw. uskup negeri Najran bersama bawahannya, kepada mereka ditawarkannya agama Islam, Mereka menjawab, 'Sebelum Anda, kami telah Islam.' Jawab Nabi saw., 'Bohong! Ada tiga perkara yang menghalangi tuan-tuan masuk Islam, yakni ucapan tuan-tuan bahwa Allah mempunyai anak, memakan daging babi dan sujud kepada patung.' Tanya mereka, 'Siapakah bapak dari Isa?' Rasulullah tidak dapat menjawab sampai Allah menurunkan, 'Sesungguhnya perumpamaan Isa di sisi Allah...,' sampai dengan firman-Nya, '...dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tangguh lagi Maha Bijaksana.' (Q.S. Ali Imran 59-62) Nabi mengajak mereka untuk saling kutuk-mengutuk, tetapi mereka menolak dan setuju akan membayar upeti lalu mereka pun kembali."
 
 
surah / surat : Ali Imran Ayat : 62

اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الۡقَصَصُ الۡحَـقُّ ‌‌ۚ وَمَا مِنۡ اِلٰهٍ اِلَّا اللّٰهُ‌ؕ وَاِنَّ اللّٰهَ لَهُوَ الۡعَزِيۡزُ الۡحَكِيۡمُ‏ ﴿۶۲﴾  

إِنَّ
sesungguhnya
هَٰذَا
ini
لَهُوَ
adalah ia
ٱلْقَصَصُ
cerita
ٱلْحَقُّ
yang benar
وَمَا
dan tidak
مِنْ
dari
إِلَٰهٍ
Tuhan
إِلَّا
kecuali
ٱللَّهُ
Allah
وَإِنَّ
dan sesungguhnya
ٱللَّهَ
Allah
لَهُوَ
sungguh Dia
ٱلْعَزِيزُ
Maha Perkasa
ٱلْحَكِيمُ
Maha Bijaksana


inna haadzaa lahuwa alqashashu alhaqqu wamaa min ilaahin illaa allaahu wa-inna allaaha lahuwa al'aziizu alhakiimu
62. Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar, dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah; dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana .
 
SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Saad mengetengahkan dalam kitab Thabaqat dari Azraq bin Qais, katanya, "Telah datang kepada Nabi saw. uskup negeri Najran bersama bawahannya, kepada mereka ditawarkannya agama Islam, Mereka menjawab, 'Sebelum Anda, kami telah Islam.' Jawab Nabi saw., 'Bohong! Ada tiga perkara yang menghalangi tuan-tuan masuk Islam, yakni ucapan tuan-tuan bahwa Allah mempunyai anak, memakan daging babi dan sujud kepada patung.' Tanya mereka, 'Siapakah bapak dari Isa?' Rasulullah tidak dapat menjawab sampai Allah menurunkan, 'Sesungguhnya perumpamaan Isa di sisi Allah...,' sampai dengan firman-Nya, '...dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tangguh lagi Maha Bijaksana.' (Q.S. Ali Imran 59-62) Nabi mengajak mereka untuk saling kutuk-mengutuk, tetapi mereka menolak dan setuju akan membayar upeti lalu mereka pun kembali."
 
 
surah / surat : Ali Imran Ayat : 63

فَاِنۡ تَوَلَّوۡا فَاِنَّ اللّٰهَ عَلِيۡمٌۢ بِالۡمُفۡسِدِيۡنَ‏ ﴿۶۳﴾  

فَإِن
maka jika
تَوَلَّوْا۟
mereka berpaling
فَإِنَّ
maka sesungguhnya
ٱللَّهَ
Allah
عَلِيمٌۢ
Maha Mengetahui
بِٱلْمُفْسِدِينَ
terhadap orang-orang yang berbuat kerusakan


fa-in tawallaw fa-inna allaaha 'aliimun bialmufsidiina
63. Kemudian jika mereka berpaling (dari kebenaran), maka sesunguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan.
 
 
surah / surat : Ali Imran Ayat : 64

قُلۡ يٰۤـاَهۡلَ الۡكِتٰبِ تَعَالَوۡا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَآءٍۢ بَيۡنَـنَا وَبَيۡنَكُمۡ اَلَّا نَـعۡبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشۡرِكَ بِهٖ شَيۡـــًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعۡضُنَا بَعۡضًا اَرۡبَابًا مِّنۡ دُوۡنِ اللّٰهِ‌ؕ فَاِنۡ تَوَلَّوۡا فَقُوۡلُوا اشۡهَدُوۡا بِاَنَّا مُسۡلِمُوۡنَ‏ ﴿۶۴﴾  

قُلْ
katakanlah
يَٰٓأَهْلَ
???
ٱلْكِتَٰبِ
Kitab
تَعَالَوْا۟
marilah
إِلَىٰ
kepada
كَلِمَةٍ
satu kalimat
سَوَآءٍۭ
yang sama
بَيْنَنَا
antara kami
وَبَيْنَكُمْ
dan antara kamu
أَلَّا
bahwa tidak
نَعْبُدَ
kami menyembah
إِلَّا
kecuali
ٱللَّهَ
Allah
وَلَا
dan tidak
نُشْرِكَ
kami menyekutukan
بِهِۦ
denganNya
شَيْـًٔا
sesuatu
وَلَا
dan tidak
يَتَّخِذَ
menjadikan
بَعْضُنَا
sebagian kami
بَعْضًا
sebagian yang lain
أَرْبَابًا
Tuhan
مِّن
dari
دُونِ
sisi
ٱللَّهِ
Allah
فَإِن
maka jika
تَوَلَّوْا۟
mereka berpaling
فَقُولُوا۟
maka katakanlah
ٱشْهَدُوا۟
saksikanlah
بِأَنَّا
bahwa kami
مُسْلِمُونَ
orang-orang yang menyerahkan diri


qul yaa ahla alkitaabi ta'aalaw ilaa kalimatin sawaa-in baynanaa wabaynakum allaa na'buda illaa allaaha walaa nusyrika bihi syay-an walaa yattakhidza ba'dhunaa ba'dhan arbaaban min duuni allaahi fa-in tawallaw faquuluu isyhaduu bi-annaa muslimuuna
64. Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah". Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".
 
 
surah / surat : Ali Imran Ayat : 65

يٰۤـاَهۡلَ الۡكِتٰبِ لِمَ تُحَآجُّوۡنَ فِىۡۤ اِبۡرٰهِيۡمَ وَمَاۤ اُنۡزِلَتِ التَّوۡرٰٮةُ وَالۡاِنۡجِيۡلُ اِلَّا مِنۡۢ بَعۡدِهٖؕ اَفَلَا تَعۡقِلُوۡنَ‏ ﴿۶۵﴾  

يَٰٓأَهْلَ
???
ٱلْكِتَٰبِ
Kitab
لِمَ
mengapa
تُحَآجُّونَ
kamu membantah
فِىٓ
tentang
إِبْرَٰهِيمَ
Ibrahim
وَمَآ
dan tidak
أُنزِلَتِ
diturunkan
ٱلتَّوْرَىٰةُ
Taurat
وَٱلْإِنجِيلُ
dan Injil
إِلَّا
melainkan
مِنۢ
dari
بَعْدِهِۦٓ
sesudahnya
أَفَلَا
apakah tidak
تَعْقِلُونَ
kamu berfikir


yaa ahla alkitaabi lima tuhaajjuuna fii ibraahiima wamaa unzilati alttawraatu waal-injiilu illaa min ba'dihi afalaa ta'qiluuna
65. Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah membantah [198] tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir?

[198] Orang Yahudi dan Nasrani masing-masing menganggap Ibrahim a.s. itu dari golongannya. Lalu Allah membantah mereka dengan alasan bahwa Ibrahim a.s. itu datang sebelum mereka.
 
SEBAB TURUNNYA AYAT: Diriwayatkan oleh Ibnu Ishak dengan sanad yang berulang kali kepada Ibnu Abbas, katanya, "Pendeta-pendeta Yahudi dan orang-orang Nasrani dari Najran berkumpul di hadapan Rasulullah saw. dan berdebat di hadapannya. Kata pendeta-pendeta, 'Ibrahim itu tidak lain adalah orang Yahudi,' berkata orang-orang Nasrani bahwa Ibrahim itu tidak lain adalah orang Nasrani. Maka Allah menurunkan ayat, 'Wahai Ahli Kitab! Kenapa kamu berbantah-bantahan...'" (Q.S. Ali Imran 65) Riwayat ini dikeluarkan oleh Baihaqi dalam Dalail.
 
 
surah / surat : Ali Imran Ayat : 66

هٰۤاَنۡـتُمۡ هٰٓؤُلَآءِ حٰجَجۡتُمۡ فِيۡمَا لَـكُمۡ بِهٖ عِلۡمٌ فَلِمَ تُحَآجُّوۡنَ فِيۡمَا لَـيۡسَ لَـكُمۡ بِهٖ عِلۡمٌ‌ؕ وَاللّٰهُ يَعۡلَمُ وَاَنۡـتُمۡ لَا تَعۡلَمُوۡنَ‏ ﴿۶۶﴾  

هَٰٓأَنتُمْ
beginilah kamu
هَٰٓؤُلَآءِ
(kamu) ini
حَٰجَجْتُمْ
(kamu) berbantahan
فِيمَا
tentang apa
لَكُم
bagimu
بِهِۦ
dengannya
عِلْمٌ
pengetahuan
فَلِمَ
maka mengapa
تُحَآجُّونَ
kamu berbantahan
فِيمَا
tentang apa
لَيْسَ
tidak ada
لَكُم
bagimu
بِهِۦ
dengannya
عِلْمٌ
pengetahuan
وَٱللَّهُ
dan Allah
يَعْلَمُ
Dia mengetahui
وَأَنتُمْ
dan kamu
لَا
tidak
تَعْلَمُونَ
(kamu) mengetahui


haa antum haaulaa-i haajajtum fiimaa lakum bihi 'ilmun falima tuhaajjuuna fiimaa laysa lakum bihi 'ilmun waallaahu ya'lamu wa-antum laa ta'lamuuna
66. Beginilah kamu, kamu ini (sewajarnya) bantah membantah tentang hal yang kamu ketahui [199], maka kenapa kamu bantah membantah tentang hal yang tidak kamu ketahui [200]?; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.

[199] Yakni tentang Nabi Musa a.s., Isa a.s. dan Muhammad SAW

[200] Yakni tentang hal Ibrahim a.s.
 
 
surah / surat : Ali Imran Ayat : 67

مَا كَانَ اِبۡرٰهِيۡمُ يَهُوۡدِيًّا وَّلَا نَصۡرَانِيًّا وَّ لٰكِنۡ كَانَ حَنِيۡفًا مُّسۡلِمًا ؕ وَمَا كَانَ مِنَ الۡمُشۡرِكِيۡنَ‏ ﴿۶۷﴾  

مَا
tidak
كَانَ
ada
إِبْرَٰهِيمُ
Ibrahim
يَهُودِيًّا
seorang Yahudi
وَلَا
dan bukan
نَصْرَانِيًّا
orang Nasrani
وَلَٰكِن
akan tetapi
كَانَ
adalah dia
حَنِيفًا
seorang yang lurus
مُّسْلِمًا
seorang yang menyerahkan diri
وَمَا
dan tidak
كَانَ
adalah dia
مِنَ
dari
ٱلْمُشْرِكِينَ
orang-orang musyrik


maa kaana ibraahiimu yahuudiyyan walaa nashraaniyyan walaakin kaana haniifan musliman wamaa kaana mina almusyrikiina
67. Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus [201] lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.

[201] Lurus berarti jauh dari syirik (mempersekutukan Allah) dan jauh dari kesesatan.
 
 
surah / surat : Ali Imran Ayat : 68

اِنَّ اَوۡلَى النَّاسِ بِاِبۡرٰهِيۡمَ لَـلَّذِيۡنَ اتَّبَعُوۡهُ وَهٰذَا النَّبِىُّ وَالَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا ‌ؕ وَاللّٰهُ وَلِىُّ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ‏ ﴿۶۸﴾  

إِنَّ
sesungguhnya
أَوْلَى
paling dekat
ٱلنَّاسِ
manusia/orang
بِإِبْرَٰهِيمَ
dengan Ibrahim
لَلَّذِينَ
bagi orang-orang yang
ٱتَّبَعُوهُ
(mereka) mengikutinya
وَهَٰذَا
dan ini
ٱلنَّبِىُّ
Nabi
وَٱلَّذِينَ
dan orang-orang yang
ءَامَنُوا۟
beriman
وَٱللَّهُ
dan Allah
وَلِىُّ
Pelindung
ٱلْمُؤْمِنِينَ
orang-orang yang beriman


inna awlaa alnnaasi bi-ibraahiima lalladziina ittaba'uuhu wahaadzaa alnnabiyyu waalladziina aamanuu waallaahu waliyyu almu/miniina
68. Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.
 
 
surah / surat : Ali Imran Ayat : 69

وَدَّتۡ طَّآٮِٕفَةٌ مِّنۡ اَهۡلِ الۡكِتٰبِ لَوۡ يُضِلُّوۡنَكُمؕۡ وَمَا يُضِلُّوۡنَ اِلَّاۤ اَنۡفُسَهُمۡ وَمَا يَشۡعُرُوۡنَ‏ ﴿۶۹﴾  

وَدَّت
ingin
طَّآئِفَةٌ
segolongan
مِّنْ
dari
أَهْلِ
Ahli
ٱلْكِتَٰبِ
Kitab
لَوْ
sekiranya
يُضِلُّونَكُمْ
mereka menyesatkan kamu
وَمَا
dan tidak
يُضِلُّونَ
mereka menyesatkan
إِلَّآ
melainkan
أَنفُسَهُمْ
diri mereka sendiri
وَمَا
dan tidak
يَشْعُرُونَ
mereka menyadari


waddat thaa-ifatun min ahli alkitaabi law yudhilluunakum wamaa yudhilluuna illaa anfusahum wamaa yasy'uruuna
69. Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.
 
 
surah / surat : Ali Imran Ayat : 70

يٰۤـاَهۡلَ الۡكِتٰبِ لِمَ تَكۡفُرُوۡنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَاَنۡـتُمۡ تَشۡهَدُوۡنَ‏ ﴿۷۰﴾  

يَٰٓأَهْلَ
???
ٱلْكِتَٰبِ
Kitab
لِمَ
mengapa
تَكْفُرُونَ
kamu mengingkari
بِـَٔايَٰتِ
pada ayat-ayat
ٱللَّهِ
Allah
وَأَنتُمْ
dan kamu
تَشْهَدُونَ
(kamu) menyaksikan


yaa ahla alkitaabi lima takfuruuna bi-aayaati allaahi wa-antum tasyhaduuna
70. Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah [202], padahal kamu mengetahui (kebenarannya).

[202] Yakni: ayat-ayat Allah diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW

Surat Al - Imran , Ayat 51 - 60

Keluarga Imran


Download MP3 Ali - Imran

surah / surat : Ali Imran Ayat : 51

اِنَّ اللّٰهَ رَبِّىۡ وَرَبُّكُمۡ فَاعۡبُدُوۡهُ‌ ؕ هٰذَا صِرَاطٌ مُّسۡتَقِيۡمٌ‏ ﴿۵۱﴾  

إِنَّ
sesungguhnya
ٱللَّهَ
Allah
رَبِّى
Tuhanku
وَرَبُّكُمْ
dan Tuhanmu
فَٱعْبُدُوهُ
maka sembahlah Dia
هَٰذَا
inilah
صِرَٰطٌ
jalan
مُّسْتَقِيمٌ
yang lurus


inna allaaha rabbii warabbukum fau'buduuhu haadzaa shiraathun mustaqiimun
51. Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus".
 
 
surah / surat : Ali Imran Ayat : 52

فَلَمَّاۤ اَحَسَّ عِيۡسٰى مِنۡهُمُ الۡكُفۡرَ قَالَ مَنۡ اَنۡصَارِىۡۤ اِلَى اللّٰهِ‌ؕ قَالَ الۡحَـوَارِيُّوۡنَ نَحۡنُ اَنۡصَارُ اللّٰهِ‌ۚ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ‌ۚ وَاشۡهَدۡ بِاَنَّا مُسۡلِمُوۡنَ‏ ﴿۵۲﴾  

فَلَمَّآ
maka tatkala
أَحَسَّ
menyadari
عِيسَىٰ
Isa
مِنْهُمُ
dari mereka
ٱلْكُفْرَ
keingkaran
قَالَ
dia berkata
مَنْ
siapa
أَنصَارِىٓ
menjadi penolong-penolongku
إِلَى
kepada/untuk
ٱللَّهِ
Allah
قَالَ
berkata
ٱلْحَوَارِيُّونَ
orang-orang Hawariyun
نَحْنُ
kami
أَنصَارُ
penolong-penolong
ٱللَّهِ
Allah
ءَامَنَّا
kami beriman
بِٱللَّهِ
kepada Allah
وَٱشْهَدْ
dan saksikanlah
بِأَنَّا
bahwasanya kami
مُسْلِمُونَ
orang-orang yang meyerahkan diri


falammaa ahassa 'iisaa minhumu alkufra qaala man anshaarii ilaa allaahi qaala alhawaariyyuuna nahnu anshaaru allaahi aamannaa biallaahi waisyhad bi-annaa muslimuuna
52. Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.
 
 
surah / surat : Ali Imran Ayat : 53

رَبَّنَاۤ اٰمَنَّا بِمَاۤ اَنۡزَلۡتَ وَاتَّبَعۡنَا الرَّسُوۡلَ فَاكۡتُبۡنَا مَعَ الشّٰهِدِيۡنَ‏ ﴿۵۳﴾  

رَبَّنَآ
ya Tuhan kami
ءَامَنَّا
kami telah beriman
بِمَآ
kepada apa
أَنزَلْتَ
telah Engkau turunkan
وَٱتَّبَعْنَا
dan kami telah mengikuti
ٱلرَّسُولَ
Rasul
فَٱكْتُبْنَا
maka catatlah kami
مَعَ
bersama
ٱلشَّٰهِدِينَ
orang-orang yang menjadi saksi


rabbanaa aamannaa bimaa anzalta waittaba'naa alrrasuula fauktubnaa ma'a alsysyaahidiina
53. Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)".
 
 
surah / surat : Ali Imran Ayat : 54

وَمَكَرُوۡا وَمَكَرَاللّٰهُ ‌ؕ وَاللّٰهُ خَيۡرُ الۡمَاكِرِيۡنَ‏ ﴿۵۴﴾  

وَمَكَرُوا۟
dan mereka membuat tipu daya
وَمَكَرَ
dan membuat tipu daya
ٱللَّهُ
Allah
وَٱللَّهُ
dan Allah
خَيْرُ
sebaik-baik
ٱلْمَٰكِرِينَ
pembuat tipu daya


wamakaruu wamakara allaahu waallaahu khayru almaakiriina
54. Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.
 
 
surah / surat : Ali Imran Ayat : 55

اِذۡ قَالَ اللّٰهُ يٰعِيۡسٰۤى اِنِّىۡ مُتَوَفِّيۡكَ وَرَافِعُكَ اِلَىَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا وَجَاعِلُ الَّذِيۡنَ اتَّبَعُوۡكَ فَوۡقَ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡۤا اِلٰى يَوۡمِ الۡقِيٰمَةِ ‌‌ۚ ثُمَّ اِلَىَّ مَرۡجِعُكُمۡ فَاَحۡكُمُ بَيۡنَكُمۡ فِيۡمَا كُنۡتُمۡ فِيۡهِ تَخۡتَلِفُوۡنَ‏ ﴿۵۵﴾  

إِذْ
ketika
قَالَ
berfirman
ٱللَّهُ
Allah
يَٰعِيسَىٰٓ
????
إِنِّى
sesungguhnya Aku (Allah)
مُتَوَفِّيكَ
akan mewafatkan kamu
وَرَافِعُكَ
dan mengangkat kamu
إِلَىَّ
kepadaKu
وَمُطَهِّرُكَ
dan/serta mensucikan kamu
مِنَ
daripada
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
كَفَرُوا۟
(mereka) kafir
وَجَاعِلُ
dan menjadikan
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
ٱتَّبَعُوكَ
(mereka) mengikuti kamu
فَوْقَ
di atas
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
كَفَرُوٓا۟
(mereka) kafir
إِلَىٰ
kepada
يَوْمِ
hari
ٱلْقِيَٰمَةِ
kiamat
ثُمَّ
kemudian
إِلَىَّ
kepadaKu
مَرْجِعُكُمْ
tempat kembalimu
فَأَحْكُمُ
maka Aku memutuskan
بَيْنَكُمْ
diantaramu
فِيمَا
dalam/tentang apa
كُنتُمْ
adalah kamu
فِيهِ
didalamnya
تَخْتَلِفُونَ
kamu perselisihkan


idz qaala allaahu yaa 'iisaa innii mutawaffiika waraafi'uka ilayya wamuthahhiruka mina alladziina kafaruu wajaa'ilu alladziina ittaba'uuka fawqa alladziina kafaruu ilaa yawmi alqiyaamati tsumma ilayya marji'ukum fa-ahkumu baynakum fiimaa kuntum fiihi takhtalifuuna
55. (Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya".
 
 
surah / surat : Ali Imran Ayat : 56

فَاَمَّا الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا فَاُعَذِّبُهُمۡ عَذَابًا شَدِيۡدًا فِى الدُّنۡيَا وَالۡاٰخِرَةِ وَمَا لَهُمۡ مِّنۡ نّٰصِرِيۡنَ‏ ﴿۵۶﴾  

فَأَمَّا
maka adapun
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
كَفَرُوا۟
(mereka) kafir
فَأُعَذِّبُهُمْ
maka akan Aku siksa mereka
عَذَابًا
siksa
شَدِيدًا
sangat berat
فِى
di
ٱلدُّنْيَا
dunia
وَٱلْءَاخِرَةِ
dan akhirat
وَمَا
dan tidak
لَهُم
bagi mereka
مِّن
dari
نَّٰصِرِينَ
penolong


fa-ammaa alladziina kafaruu fau'adzdzibuhum 'adzaaban syadiidan fii alddunyaa waal-aakhirati wamaa lahum min naasiriina
56. Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong.
 
 
surah / surat : Ali Imran Ayat : 57

وَاَمَّا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَيُوَفِّيۡهِمۡ اُجُوۡرَهُمۡ‌ؕ وَ اللّٰهُ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيۡنَ‏ ﴿۵۷﴾  

وَأَمَّا
dan adapun
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
ءَامَنُوا۟
beriman
وَعَمِلُوا۟
dan mereka beramal
ٱلصَّٰلِحَٰتِ
kebajikan
فَيُوَفِّيهِمْ
maka Dia akan menyempurnakan
أُجُورَهُمْ
pahala mereka
وَٱللَّهُ
dan Allah
لَا
tidak
يُحِبُّ
menyukai
ٱلظَّٰلِمِينَ
orang-orang yang dzalim


wa-ammaa alladziina aamanuu wa'amiluu alshshaalihaati fayuwaffiihim ujuurahum waallaahu laa yuhibbu alzhzhaalimiina
57. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.
 
 
surah / surat : Ali Imran Ayat : 58

ذٰ لِكَ نَـتۡلُوۡهُ عَلَيۡكَ مِنَ الۡاٰيٰتِ وَ الذِّكۡرِ الۡحَكِيۡمِ‏ ﴿۵۸﴾  

ذَٰلِكَ
demikianlah
نَتْلُوهُ
kami membacakannya
عَلَيْكَ
atasmu/kepadamu
مِنَ
dari
ٱلْءَايَٰتِ
ayat-ayat/bukti-bukti
وَٱلذِّكْرِ
dan Adz Dzikir/Al Quran
ٱلْحَكِيمِ
yang penuh hikmah


dzaalika natluuhu 'alayka mina al-aayaati waaldzdzikri alhakiimi
58. Demikianlah (kisah 'Isa), Kami membacakannya kepada kamu sebagian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan (membacakan) Al-Qur'an yang penuh hikmah.
 
SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Abu Hatim mengetengahkan dari Hasan, katanya, "Dua orang pendeta Nasrani dari Najran datang menemui Rasulullah saw. lalu tanya salah seorang di antara mereka, 'Siapakah bapak Isa?' Rasulullah saw. tidak segera menjawab sebelum memohon petunjuk kepada Tuhannya, maka diturunkan kepadanya, 'Demikianlah Kami membacakannya kepadamu, sebagian dari bukti-bukti, kerasulannya dan membacakan, Alquran yang penuh hikmah...' sampai dengan, '...di antara orang yang ragu-ragu.'" (Q.S. Ali Imran 58-60)
 
 
surah / surat : Ali Imran Ayat : 59

اِنَّ مَثَلَ عِيۡسٰى عِنۡدَ اللّٰهِ كَمَثَلِ اٰدَمَ‌ؕ خَلَقَهٗ مِنۡ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهٗ كُنۡ فَيَكُوۡنُ‏ ﴿۵۹﴾  

إِنَّ
sesungguhnya
مَثَلَ
perumpamaan
عِيسَىٰ
Isa
عِندَ
di sisi
ٱللَّهِ
Allah
كَمَثَلِ
seperti perumpamaan
ءَادَمَ
Adam
خَلَقَهُۥ
Dia menjadikannya
مِن
dari
تُرَابٍ
tanah
ثُمَّ
kemudian
قَالَ
Dia berfirman
لَهُۥ
kepadanya
كُن
jadilah
فَيَكُونُ
maka jadilah dia


inna matsala 'iisaa 'inda allaahi kamatsali aadama khalaqahu min turaabin tsumma qaala lahu kun fayakuunu
59. Sesungguhnya misal (penciptaan) 'Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.
 
SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Abu Hatim mengetengahkan dari Hasan, katanya, "Dua orang pendeta Nasrani dari Najran datang menemui Rasulullah saw. lalu tanya salah seorang di antara mereka, 'Siapakah bapak Isa?' Rasulullah saw. tidak segera menjawab sebelum memohon petunjuk kepada Tuhannya, maka diturunkan kepadanya, 'Demikianlah Kami membacakannya kepadamu, sebagian dari bukti-bukti, kerasulannya dan membacakan, Alquran yang penuh hikmah...' sampai dengan, '...di antara orang yang ragu-ragu.'" (Q.S. Ali Imran 58-60) Dan diketengahkan dari jalur Aufi dari Ibnu Abbas, katanya "Serombongan orang-orang Najran, termasuk para pemimpin dan pengiringnya, mereka datang menemui Nabi saw. lalu tanya mereka, 'Bagaimana kamu ini, kenapa kamu sebut-sebut pula sahabat kami?' Jawab Nabi, 'Siapa dia?' Ujar mereka, 'Isa! Kamu katakan dia hamba Allah!' 'Benar,' jawab Nabi pula. Tanya mereka, 'Pernahkah kamu melihat orang seperti Isa atau mendengar berita seperti yang dialaminya?' Setelah itu mereka keluar meninggalkan Nabi saw, maka datanglah Jibril, katanya kepada beliau, 'Katakanlah kepada mereka jika mereka datang kepadamu, 'Sesungguhnya perumpamaan Isa di sisi Allah adalah seperti Adam...,' sampai dengan firman-Nya, 'Janganlah kamu termasuk di antara orang yang ragu-ragu!'" (Q.S. Ali Imran 59-60) Baihaqi mengetengahkan dalam Dalail dari jalur Salamah bin Abdu Yasyu' dari bapaknya seterusnya dari kakeknya bahwa Rasulullah saw. menulis surat kepada warga Najran, yakni sebelum diturunkan kepadanya surat Thasin, "Atas nama Tuhan dari Ibrahim, Ishak dan Yakub, dari Muhammad yang nabi..." Di dalamnya disebutkan, "Maka orang-orang Najran itu mengutus Syurahbil bin Wadaah Al-Hamdani, Abdullah bin Syurahbil Al-Ashbahi dan Jabbar Al-Hartsi kepada Nabi saw. Perutusan ini berangkat mendatangi Nabi saw. sehingga mereka pun saling bertanya jawab. Demikianlah tanya jawab ini terus berlangsung sampai mereka menanyakan, 'Bagaimana pendapat Anda tentang Isa?' Jawab Nabi saw., 'Sampai hari ini tak ada suatu pun pendapat saya mengenai dirinya. Tinggallah tuan-tuan di sini dulu sampai saya dapat menerangkannya!' Ternyata esok paginya Allah telah menurunkan ayat ini, 'Sesungguhnya perumpamaan Isa di sisi Allah...,' sampai dengan firman-Nya, '...seraya kita memohon agar laknat Allah itu ditimpakan-Nya kepada orang-orang yang dusta.'" (Q.S. Ali Imran 59-61) Ibnu Saad mengetengahkan dalam kitab Thabaqat dari Azraq bin Qais, katanya, "Telah datang kepada Nabi saw. uskup negeri Najran bersama bawahannya, kepada mereka ditawarkannya agama Islam. Mereka menjawab, 'Sebelum Anda, kami telah Islam.' Jawab Nabi saw., 'Bohong! Ada tiga perkara yang menghalangi tuan-tuan masuk Islam, yakni ucapan tuan-tuan bahwa Allah mempunyai anak, memakan daging babi dan sujud kepada patung.' Tanya mereka, 'Siapakah bapak dari Isa?' Rasulullah tidak dapat menjawab sampai Allah menurunkan, 'Sesungguhnya perumpamaan Isa di sisi Allah...,' sampai dengan firman-Nya, '...dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tangguh lagi Maha Bijaksana.' (Q.S. Ali Imran 59-62) Nabi mengajak mereka untuk saling kutuk-mengutuk, tetapi mereka menolak dan setuju akan membayar upeti lalu mereka pun kembali."
 
 
surah / surat : Ali Imran Ayat : 60

اَلۡحَـقُّ مِنۡ رَّبِّكَ فَلَا تَكُنۡ مِّنَ الۡمُمۡتَرِيۡنَ‏ ﴿۶۰﴾  

ٱلْحَقُّ
kebenaran itu
مِن
dari
رَّبِّكَ
Tuhanmu
فَلَا
maka janganlah
تَكُن
kamu termasuk
مِّنَ
dari
ٱلْمُمْتَرِينَ
orang-orang yang ragu-ragu


alhaqqu min rabbika falaa takun mina almumtariina
60. (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.
 
SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Abu Hatim mengetengahkan dari Hasan, katanya, "Dua orang pendeta Nasrani dari Najran datang menemui Rasulullah saw. lalu tanya salah seorang di antara mereka, 'Siapakah bapak Isa?' Rasulullah saw. tidak segera menjawab sebelum memohon petunjuk kepada Tuhannya, maka diturunkan kepadanya, 'Demikianlah Kami membacakannya kepadamu, sebagian dari bukti-bukti, kerasulannya dan membacakan, Alquran yang penuh hikmah...' sampai dengan, '...di antara orang yang ragu-ragu.'" (Q.S. Ali Imran 58-60) Dan diketengahkan dari jalur Aufi dari Ibnu Abbas, katanya "Serombongan orang-orang Najran, termasuk para pemimpin dan pengiringnya, mereka datang menemui Nabi saw. lalu tanya mereka, 'Bagaimana kamu ini, kenapa kamu sebut-sebut pula sahabat kami?' Jawab Nabi, 'Siapa dia?' Ujar mereka, 'Isa! Kamu katakan dia hamba Allah!' 'Benar,' jawab Nabi pula. Tanya mereka, 'Pernahkah kamu melihat orang seperti Isa atau mendengar berita seperti yang dialaminya?' Setelah itu mereka keluar meninggalkan Nabi saw, maka datanglah Jibril, katanya kepada beliau, 'Katakanlah kepada mereka jika mereka datang kepadamu, 'Sesungguhnya perumpamaan Isa di sisi Allah adalah seperti Adam...,' sampai dengan firman-Nya, 'Janganlah kamu termasuk di antara orang yang ragu-ragu!'" (Q.S. Ali Imran 59-60) Baihaqi mengetengahkan dalam Dalail dari jalur Salamah bin Abdu Yasyu' dari bapaknya seterusnya dari kakeknya bahwa Rasulullah saw. menulis surat kepada warga Najran, yakni sebelum diturunkan kepadanya surat Thasin, "Atas nama Tuhan dari Ibrahim, Ishak dan Yakub, dari Muhammad yang nabi..." Di dalamnya disebutkan, "Maka orang-orang Najran itu mengutus Syurahbil bin Wadaah Al-Hamdani, Abdullah bin Syurahbil Al-Ashbahi dan Jabbar Al-Hartsi kepada Nabi saw. Perutusan ini berangkat mendatangi Nabi saw. sehingga mereka pun saling bertanya jawab. Demikianlah tanya jawab ini terus berlangsung sampai mereka menanyakan, 'Bagaimana pendapat Anda tentang Isa?' Jawab Nabi saw., 'Sampai hari ini tak ada suatu pun pendapat saya mengenai dirinya. Tinggallah tuan-tuan di sini dulu sampai saya dapat menerangkannya!' Ternyata esok paginya Allah telah menurunkan ayat ini, 'Sesungguhnya perumpamaan Isa di sisi Allah...,' sampai dengan firman-Nya, '...seraya kita memohon agar laknat Allah itu ditimpakan-Nya kepada orang-orang yang dusta.'" (Q.S. Ali Imran 59-61) Ibnu Saad mengetengahkan dalam kitab Thabaqat dari Azraq bin Qais, katanya, "Telah datang kepada Nabi saw. uskup negeri Najran bersama bawahannya, kepada mereka ditawarkannya agama Islam, Mereka menjawab, 'Sebelum Anda, kami telah Islam.' Jawab Nabi saw., 'Bohong! Ada tiga perkara yang menghalangi tuan-tuan masuk Islam, yakni ucapan tuan-tuan bahwa Allah mempunyai anak, memakan daging babi dan sujud kepada patung.' Tanya mereka, 'Siapakah bapak dari Isa?' Rasulullah tidak dapat menjawab sampai Allah menurunkan, 'Sesungguhnya perumpamaan Isa di sisi Allah...,' sampai dengan firman-Nya, '...dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tangguh lagi Maha Bijaksana.' (Q.S. Ali Imran 59-62) Nabi mengajak mereka untuk saling kutuk-mengutuk, tetapi mereka menolak dan setuju akan membayar upeti lalu mereka pun kembali."
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Al-Quran - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger